Showing posts with label books. Show all posts
Showing posts with label books. Show all posts

Tuesday, 11 March 2014

Weird Sisters

Holaaa...
Even the tyfus beats me down for a while, i keep doing what i like.
Oia pas sakit kemarin, saya namatin buku yang judulnya Weird Sisters.


Buku ini bercerita tentang 3 kakak beradik yang dipertemukan kembali di rumah mereka setelah masing-masing meninggalkan rumah untuk dapat hidup mandiri. Mereka kembali untuk merawat sang ibu yang sedang sakit kanker. Rose, Bean dan Cordy datang kembali ke rumah dengan permasalahannya masing-masing. Rose sangat berbeda dengan adik-adiknya, sangat nyaman tinggal di Barnville dan mempunyai beribu alasan untuk tetap tinggal disana, bahkan saat tunangannya mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan  tinggal di Inggris, Rose lebih memilih untuk tetap tinggal di Barnville. Sedangkan  Bean yang sebenarnya telah menemukan kota impian untuk tinggal, terpaksa pulang kembali dengan alasan bangkrut, dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja dan mempunyai hutang yang sangat banyak. Sedangkan Cordy terpaksa harus pulang dari kehidupan hippies nya karena sudah kehabisan uang dan dengan kandungan yang membesar tanpa tahu siapa ayahnya. 

Saat mereka bertemu kembali dan tinggal dalam satu rumah tentu banyak benturan yang terjadi,  tetapi yang sangat menarik dari buku ini adalah bahwa mereka mempunyai ayah seorang dosen sastra klasik yang tergila-gila pada karya  Shakespeare dan mereka terbiasa untuk saling mengutip karya  Shakespeare dalam percakapan mereka sehari-hari. Jadi banyak sekali kutipan  Shakespeare dibuku ini, untuk saya obrolan sehari-hari yang diselingi kutipan  Shakespeare adalah obrolan yang menarik, karena it would be weird if that things really happen in our real life.

Wednesday, 8 January 2014

Kamu Indonesia Banget Kalau....




Kamu Indonesia banget ini, ditulis oleh Berit Renser, warga Estonia yang mendapatkan beasiswa di Indonesia. Berit menceritakan pengalamannya selama tinggal di Indonesia yang sangat berbeda jauh dengan Estonia. Ada pengalamannya yg lucu, ada pula yang membuat berkaca untuk membenahi diri, namun ada pula yang menurut saya Indonesia di nilai negative, dan menurut saya hal yang berbeda dengan negara lain belum tentu hal negative, tetapi memang mengenai cara hidup dan cara berpikir tidak bisa dilepaskan dari kebudayaan yang sudah turun menurun.

Salah satu cerita Berit yang sangat lucu menurut saya adalah ketika Berit ditelpon neneknya dan neneknya sangat kaget karena adanya perbedaan budaya antara Indonesia dan Estonia, di Indonesia saat seseorang mencapai usia 30 dan belum menikah, orang-orang akan merasa ada yang salah, semua orang akan bertanya kapan akan menikah? Dan orang-orang mulai sibuk menjodohkan…lucu yah, berbeda dengan di Estonia dimana menikah bukan merupakan kewajiban, bahkan kebalikannya dari Indonesia, menikah diusia 30 akan sangat aneh. Tidak akan ada yang bertanya kapan kamu akan menikah atau sibuk menjodohkan.

Cerita Berit yang membuat saya berpikir kalau Indonesia perlu membenahi diri adalah kebiasaan jam karet, membuang sampah sembarangan, dan kurang percaya diri terhadap diri sendiri, seperti orang-orang mengagumi kulit Berit yang putih, mengingat iklan-iklan yang gencar di tv kalau kulit putih lebih bagus, mengakibatkan banyak orang Indonesia yang termakan iklan agar berkulit putih padahal di Estonia dan Negara subtropics lainnya, kulit gelap lebih digemari. Mau kulit gelap atau putih menurut saya tidak masalah yang menjadi masalah adalah jika kita tidak percaya diri dengan keadaan yang sudah dianugrahkan Tuhan kepada kita.

Diantara cerita lucu dan cerita yang membuat saya merenung, ada juga cerita yang menurut saya terlalu berlebihan, seperti ketika menceritakan pacarnya yang ikut menginap dirumahnya, saat tidur satu kamar pacarnya malu-malu karena jendela Berit tidak memakai tirai, pacarnya takut ada orang lain yang melihat, hal ini menurut Berit sangat aneh dan masyarakat Indonesia kurang berpikiran terbuka. Menurut saya pribadi untuk hal-hal tertentu di Indonesia tidak bisa seperti di negara lain, mengingat budaya yang berbeda yang telah turun temurun. Mengingat Indonesia kaya akan budaya, demikian juga dengan masyarakatnya, ada yang bisa menerima hal tertentu ada yang tidak seperti contohnya mungkin masyarakat pantai di suatu daerah d Indonesia kurang bisa menerima pengunjung wanita yang memakai bikini di pantai tersebut, tetapi hal tersebut bisa diterima di pantai yang lain. Setiap daerah memiliki adat dan kebudayaan yang beragam di indonesia namun bukan berarti masyarakat indonesia kurang terbuka pemikirannya.

Membaca buku ini menyenangkan, karena bisa mengetahui sudut pandang orang lain. Tidak ada yang benar ataupun salah karena suatu budaya tercipta dengan berbagai latar belakang dan sejarah. Setelah membaca buku ini, yang saya pikirkan adalah We are all just humans.

Saturday, 21 December 2013

Hugo Cabret

Saya percaya, inspirasi bisa menular...

Inspirasi yang menjadi bahan untuk tulisan saya saat ini adalah sebuah buku berjudul Hugo Cabret. Buku karya Brian Selznik ini bercerita tentang seorang anak yang bernama Hugo yang berusaha menyelesaikan sebuah automaton atau robot yang yang dapat menulis sebuah pesan, yang ditemukan ayahnya di museum tempatnya bekerja. Ayahnya meninggal dalam kebakaran saat memperbaiki automaton tersebut. Perjalanan Hugo akhirnya mempertemukannya dengan sang pencipta automaton yaitu Georges Méliès.

Yang saya sukaaaa sekali dari buku ini, selain ceritanya menarik, buku ini lebih dari setengahnya adalah illustrasi. Hebatnya lagi adalah, yang menggambar illustrasi dibuku ini adalah Brian Selznick himself. Ilustrasinya bagusss sekali =D

 Yang menarik ternyata Georges Méliès benar-benar pernah ada, jadi buku ini berisi cerita fiktif namun berdasarkan tokoh nyata. Brian Selznik terinspirasi oleh Georges Méliès, salah satu tokoh awal yang membuat film bisu pada awal tahun 1900-an. Setelah searching diyoutube, menurut saya ide-ide pada film Georges Méliès sangat briliant. Salah satu film Georges Méliès yang sangat terkenal adalah Viaje a la Luna atau A trip to the moon.
Yang membuat saya kagum , karya-karya Georges Méliès sangat out of the box untuk awal tahun 1900 an. Imaginasi Georges Méliès memungkinkannya untuk melakukan apa saja, termasuk pergi ke bulan dalam imaginasinya pada saat itu.

Untuk melihat karya-karya Georges Méliès bisa lihat disini



Thursday, 28 November 2013

Cinta


Membaca buku Cinta karya Toni Morrison, seperti mengupas bawang. Lembaran demi lembaranya membawa kita pada cerita yang tidak terduga. Awalnya saya tidak mengerti dengan berbagai tokoh yang disebutkan diawal cerita, namun dalam bab demi bab setiap tokoh muncul dengan cerita hidupnya masing-masing yang saling berhubungan.
Bill Cosey pemilik resor mewah, dengan wanita-wanita disekelilingnya. Wanita - wanita tersebut mempunyai cerita masing-masing tentang Bill Cosey, pernah saling menyayangi hingga saling membenci satu sama lain. Hingga jauh setelah kematiannya, Bill Cosey meninggalkan kesan disetiap orang, ada yang membencinya, ada yang memujanya. Seperti di kehidupan nyata, selalu ada berbagai sudut pandang.
Ini pertama kalinya saya membaca buku Toni Morrison, dan rasanya tidak mengherankan jika beliau pernah memenangkan Nobel dibidang sastra. Cant wait to read another book by her.

Reading "Love" by Toni Morrison is just like peeling the onion. Layer by layer bring us to unpredictable stories. In the beginning i dont fully understand about various characters that being told in the early chapter, but then in the next chapter every characters come with their own story which is connected.
Bill Cosey is the owner of luxury resort, surrounding by women. This women have their own stories about Bill Cosey, they have care for each other until they hate for each other. Long after his death, Bill Cosey left an impression on each person, some of them hate him, some of them adore him. Just like in real life there is always different point of view. 
This is the first time I read Toni Morrison's book and it is not surprising that she won the Nobel literature. Cant wait to read another book by her.

Friday, 1 November 2013

Veronica decided to die


Paulo Coelho wrote about a life of an ordinary girl who feels so bored to live. When there's nothing you're looking for in this life, you  feel happy nor sad and it's so empty . You dont  know what is the meaning of your life, when none understand you,  maybe you are like Veronika. So in an ordinary day she decided to suicide. She drinks a lot of sleeping pills and waiting. While she waiting she's thinking back all of her life, she was thinking was it the right decision. Doing suicide.

When she wake up and get conscious she's in the mental hospital. She is being told that the doctor can't help her due to the sleeping pills she already swallow. So it is about the time to her last day. While she's waiting to the death, she's thinking back all of her life and meet with some of her new friends, they make some group discussion as a therapy.

They are talking about life, about what is normal and what is not. She started to thinking back about her life, she listen to her heart and thinking what she really want to do in her life. When she have the reason to live her life, when she finally find what she wanted to do in her life, its too late because she's going to die soon. or was it not?

Its funny how Paulo Coelho shows us about normality. What is normal anyway? it is just a matter of majority.
Everybody have their own uniqueness but a lot of them resist that to become "Normal".

Thursday, 31 October 2013

Cecilia dan malaikat Ariel.


Cecilia sedang sakit parah, hingga nyaris tidak bisa bangun dari tempat tidur. Saat penyakitnya semakin bertambah parah, hal yang aneh terjadi, datang malaikat yang menemaninya. Ariel sang malaikat membuat perjanjian dengan Cecilia untuk saling bertukar cerita mengenai surga dan bumi. Ariel sangat ingin mengetahui rasanya menjadi manusia yang terbuat dari darah dan daging. Sedangkan Cecilia terkejut mengetahui bahwa malaikat tidak bisa merasakan apa yang manusia rasakan, sakit karena terbentur, rasa manis saat memakan kue atau merasa kelelahan.

Joestein Gaarder adalah penulis favorit saya, saya mengenal Joestein Gaarder melalui novel Dunia Sophie. Jika buku yang pertama saya baca menurut saya sangat bagus, saya akan mencari buku-buku lain yang ditulis oleh penulis tersebut. Saya menemukan buku ini ditumpukan buku diskon Gramedia, dengan harga yang sangat murah hanya sepuluh ribu rupiah, saya membelinya tanpa pikir panjang. Saya tau, bukunya pasti bagus, dan saya tidak salah.

Yang saya sukai dari Joestein Gaarder adalah, bagaimana dia membuka mata saya bahwa dunia adalah sekeping keajaiban Tuhan. Saat membaca buku ini, saya merasa ditarik untuk memikirkan kembali hal-hal yang saya anggap biasa karena sudah terbiasa. Seperti bernafas, jantung yang berdetak dan darah yang mengalir adalah keajaiban Tuhan dan membuat saya bersyukur bahwa saya adalah mahluk yang merasa. Joestein Gaarder selalu memaksa pembacanya untuk memikirkan hal-hal luar biasa yang sudah dianggap biasa karena adanya rutinitas sehari-hari. Buku ini juga membuat saya merasa sama dengan manusia lainnya, melihat hal-hal ilahiah secara samar-samar, karena terbatasnya kemampuan kita.

Thursday, 13 June 2013

Books that i love

Saya sangat suka membaca buku, dan salah satu penulis favorit saya adalah Paul Arden. Siapa sih Paul Arden? Googling sendiri aja yah hehehe....saya ingin bisa bertemu Paul Arden, tapi sayang beliau sudah meninggal, yah maybe we can meet in another life.

Paul Arden ini sepengetahuan saya menulis tiga buku, dan saya berhasil mengumpulkan ketiga-tiganya, berikut ini adalah penampakannya =D






Buku yang pertama ditulis Paul Arden adalah buku ini..

 


Buku yang ditulis Paul Arden selalu khas, mulai dari layout yang tidak biasa, kata - kata yang sederhana tapi bermakna, hingga sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan orang.Dibuku pertamanya ini, isinya lebih tepat seperti buku motivasi, tapi entah kenapa kalo baca buku Paul Arden ini, rasanya tidak seperti diceramahin, lebih tepatnya dia hanya membantu membuka sudut pandang kita.

Buku yag kedua adalah buku ini....





Dibuku ini, Paul Arden lebih banyak menceritakan cara melihat suatu masalah yang berbeda, isi buku ini banyak dilatarbelakangi dunia periklanan yang menjadi background  dari Paul Arden, yang manarik buku ini menggabungkan sejarah, seni dan motivasi yang ditampilkan secara sederhana tapi menarik :)
Buku pertama dan kedua dari Paul Arden lebih menitikberatkan pada bagaimana menjadi orang yang kreatif, maka tidak heran isinya selalu nyeleneh hehehehe, tapi dibuku yang ketiga, Paul Arden lebih serius dalam isi bukunya,

Ini penampakan buku yang ketiga......





Buku ini berisi tentang pertanyaan Paul Arden mengenai Tuhan, well menurut saya ini bukan pertanyaan yang diajukan oleh Paul Arden aja sih, tapi saya pribadi juga dan mungkin pertanyaan semua orang. Kebetulan saya suka sekali membaca buku tentang tuhan, yap tentang tuhan secara umum, bukan tuhan menurut salah satu agama tertentu. Buku ini berisi banyak pertanyaan fundamental yang sering diajukan oleh manusia, tapi saran saya bagi yang percaya agamanya paling benar, tidak disarankan membaca buku ini, berhubung kadang Paul Arden ini banyak nyindir pemeluk agama yang fanatik hehehe
Jangan takut buku Paul Arden ini menyesatkan, Paul Arden percaya tuhan ko, tapi mungkin dengan cara yang berbeda dengan kebanyakan orang, like he always do hehehehe.....


anita - always read Paul Arden's when she needs mood booster.